Mencari Kambing Hitam

Sudah menjadi sifat alami manusia mencari kambing hitam, tidak mau dipersalahkan atas satu hal yang telah terjadi yang hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Hal ini terjadi dimana-mana dan pada siapa saja bahkan anak kecil yang sudah bisa berpikir sederhana sekalipun. Dalam dunia pendidikan mahasiswa yang memperoleh nilai yang belum maksimal pun demikian. Saya sering sekali mendengar jawaban atas pertanyaan: “Kira-kira apa yang menghambat kamu dalam belajar sehingga nilai kamu seperti ini?”

Demikian beberapa jawabannya:
“Dosennya ga bisa ngajar, saya jadi ga ngerti akhirnya males belajar deh”
“Ah, dosennya sering bolos ngajarnya, saya ikut-ikutan deh ka.”
“Waktu ujian kemaren saya belajar dari buku ternyata soal-soal yang keluar dari kisi-kisi yang udah dikasih ama dosen. Teman saya tau hal itu tapi dia ga bilang ama saya, jadinya nilai saya jelek.”
“Sewaktu dosen ngasih kisi-kisi, saya ga masuk kuliah ka. Saya coba pinjam teman-teman, teman-teman saya pelit-pelit semua, jadinya saya ga dapat kisi-kisi ka.”
“Saya tidak suka jurusan ini ka, saya salah jurusan. Orang tua saya sih maksa saya masuk sini, akhirnya saya masuk jurusan ini.”

Itu kira-kira jawaban dari mereka yang menurut saya itu merupakan suatu alasan yang menunjukkan ketidakseriusan dalam belajar. Lebih baik (menurut saya juga, red) mereka diam saja dan mengaku: “Saya belum serius belajar” daripada menjawab demikian.

Memang kita tidak mau dipersalahkan atas prestasi akademik kita yang belum maksimal, namun mari kita coba untuk mengakui sebenarnya sudah maksimalkah usaha kita untuk belajar? Sudah mampukah kita dengan jujur mengatakan bahwa usaha yang kita keluarkan untuk mencapai prestasi akademik kita sudah maksimal? Jika ternyata memang pertanyaan itu belum menghasilkan jawaban “ya”, ada baiknya kita juga menghindari jawaban lain yang sifatnya mengkambinghitamkan orang lain. Rasanya tidak adil juga buat orang yang kita jadikan kambing hitam, mereka kan manusia juga mengapa kita kambing-kambingkan? Ketika sesuatu terjadi tidak sesuai dengan harapan kita, mari kita melihat lebih dekat ke dalam diri sendiri dulu sebelum melihat orang lain yang ada di sekitar kita untuk kemudian menjadikannya kambing hitam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s